DOKI DOKI's Script

Kamis, 08 April 2010

“London School Radio”
179.2

(Program ID)
Opening Song: L’Arc~en~Ciel – Jiyuu e no Shoutai

(commercial)

Opening (ichi nana kyuu ten ni, London School Radio)
Konnichiwaa..!! minna-san mata hajimeruzoo..!! watashi wa...(sebut nama), doki-doki ni kikoe masu yoo! Tanoshimi nee..! Hai Londoners! Uda ngga kerasa sekarang uda memasuki bulan Desember ya! Nah, di awal bulan akhir tahun ini, kita akan membahas MUSIC terutama musik yang kita denger sehari-hari.. Waaaaaaaa.. Pastinya dari lirik lagu yang ada pasti beberapa menjadi inspirasi dalam hidup kita.. Seperti Boyband asal Jepang yang akan kita bahas hari ini.. Penasaran kan???

Song 1: Home Made Kazoku – Shounen Heart

(Yunida Rika)

Sign In 1 KAMACI: KAmi MAu CerIta!

(bumper KAMACI)
(backsound)

J-Music: Home Made Kazoku

• Home Made Kazoku merupakan Boyband dari Jepang yang beranggotakan 3 orang. Para personelnya adalah Kuro, Micro dan U-Ichi. Kuro dan Micro lebih dahulu bertemu saat mereka sama-sama memasuki Universitas Nanzan pada tahun 1996. mereka sama-sama pernah tinggal di Amerika, karena itu merka tahu jenis musik apa yang sedang tren disana, salah satunya musik Hip-Hop. Mereka berdua sama-sama memnggemari aliran musik tersebut.

• Saat kembali ke Jepang Micro dan Kuro bersama dengan seorang MC bernama Hoze dan seorang DJ bernama U-Ichi memutuskan untuk membuat grup yang membawakan lagu-lagi hip-hop dengan nama Hoze Kuro Sambo. Tahun 2001 mereka merilis mini album indie dengan judul H.M.K.U. dan atas saran dari USEN Broadcast, mereka pun mengubah nama mereka menjadi Home Made Kazoku yang merupakan singkatan dari nama mereka berempat. Namun perilisan mini album tersebut merupakan karya terakhir Hoze yang kemudian mengundurkan diri dari grup tersebut

• Tahun 2004 mereka pun meluncurkan debut indie album mereka yang bertajuk Home Sweet Home. Home Made Kazoku sendiri sering mengisi Soundtrack anime-anime seperti Bleach dengan single Thank You!! Serta Naruto Shippuuden dengan Nagareboshi~Shooting Star dan Eureka Seven dengan Shounen Heart. Di tahun 2008, mereka meluncurkan 2 album dengan judul Heartful Best Songs~Thank You pada bulan Februari dan HOME pada bulan Oktober.

• pada tahun 2009, mereka menggelar sebuah konser pada bulan Januari yang bertajuk LIVE HOME PARTY. Musik Home Made Kazoku pada umumnya memancarkan mood yang tinggi dan ceria, yang sering disebut fans sebagai “feel-good music”. Tema dari lagu-lagu mereka kebanyakn bercerita tentang keluarga, cinta, persahabatan, perdamaian, komunikasi yang harmonis dan kegembiraan.

Song 2: Home Made Kazoku – Thank You!!

Song 3: Super Junior – Sorry Sorry (Japanese Version)

BEL MASUK (10.28)

Sign In 2 KATANA: KAmi TAnya aNda jAwab!

(bumper KATANA)
(backsound)

Pertanyaan:
Seberapa suka lo sama lagu-lagu Jepang dan siapa penyanyi/band Jepang favorit lo??

1. Prika : Gwe ga begitu suka lagu-lagu Jepang.. Abis nggak ngerti artinya.. Tapi g suka sama DEPAPEPE.. Bener-bener OK banget permainan gitarnya..

2. Ibe : Gwe suka banget sama lagu-lagu Jepang.. G lebih tau lagu-lagu Jepang daripada lagu luar yang lagi in.. G suka banget sama Hyde L`Arc~en~Ciel dan Gackt..

3. Aditya : Gwe suka lagu-lagu Jepang dari waktu masih SD.. Terus sampe sekarang deh.. Gwe nge-fans banget sama Arashi, NEWS, WaT, V6, pokok-pokok banyak banget..

4. Wulan : Wah.. Gwe suka banget dengerin lagu-lagu Jepang.. Pokoknya gwe up date banget maslah ini.. Gwe paling suka sama Arashi dan Hey!Say!Jump!.. Musiknya bikin perasaannya jadi relax..

(Tomonori)

Song 4: It’s – Close to You

Song 5: TSZX feat. Jaejoong – Just For One Day

Sign In 3 YAPARU: YAng PAling baRU

(bumper YAPARU)
(backsound)

• Nodame Cantabile karya Tomoko Ninomiya akan mengeluarkan manga side story di majalah dwi mingguan Kiss edisi 24 yang seri regulernya sendiri berakhir di edisi 20. berita lainnya, salah satu dari dua live action Nodame Cantabile Saishuu Gakushou (Nodame Cantabile: The Final Movement) akan premier pada 19 Desember 2009, sedangkan seri anime terkahirnya akan tayang mulai Januari tahun depan.

• Suzumiya Haruhi no Yuutsu akan mengelaurakan seri movienya yang berjudul Suzumiya Haruhi no Shoushitsu (The Dissapereance of Haruhi Suzumiya). Movie ini rencananya akan tayang di bioskop-bioskop Jepang pada musim semi tahun 2010.


Song 6: Noria – Rags no Chikon
(Nakahato)


Sign In 4 INORU: INfOrmasi terbaRU

(bumper INORU)

• Ikuta Toma akan bermain dalam film terbarunya berjudul Hanamizuki. Film ini diambil diadaptasi dari lagu Hanamizuki yang dinyayikan oleh Hitoto Yo. Dalam film ini Ikuta Toma akan bermain bersama Aragaki Yui-chan. Film ini bercerita mengenai kisah cinta sepasang kekasih sejak masa sekolah (high school) hingga 10 tahun ke depan. Hanamizuki akan ditayangakan pada tahun 2010.

• Katori Shingo, anggota SMAP tampil sebagai aktor utama dalam film musical “ TALK LIKE SINGING” . Acara ini merupakan acara malam pembuka musik dari seprang penulis jepang yang dilakukan oleh Off Broadway. Katori ShingoB akan memerankan seorang tokoh bernama Tarlow.

Song 7: Kenichi Suzumura feat. Sakurai Takahiro – Furisosogu Ame

Sign In 5 (Closing)
Pamit, sebut masing-masing nama. Berikut Song of the Week kita adalah… Mata Raisshu, Jya nee.. Keep listening ichi nana kyuu ten ni London School Radio.

Song of the Week
Abingdon Boys School – Kimi no Uta
Single terbaru milik ABS yang dipakai untuk soundtrack anime “Tokyo Magnitude 8.0”

Skrip JR, 13 Maret 2009

Topik : Gelar Tinggi sama dengan Intelektual

09.00 – 09.03 Opening

179.2 London School Radio. Selamat pagi Londoners!!!! Gimana nih kabarnya pagi ini??? Gwe berharap Londoners baik-baik aja dan bersemangat. Untuk menambah semangat di pagi hari ini, Londoners semua akan di temani bareng Pina, Cindy, Wulan, dan Mira selama 1 jam kedepan. Untuk topik pagi ini mengenai Gelar Tinggi = Intelektual. Wah, topik yang bisa membuat suasana menjadi hangat atau bahkan panas karena nanti mungkin akan terjadi perdebatan yang sengit antara pendapatan yang satu dengan yang lain. Tapi, sebelum kita memulai topik di pagi hari ini dan

09.03 – 09.09 2 Lagu

09.09 – 09.19 Cut 1

Balik lagi bareng Pina dan Cindy di 179.2 London School Radio dengan topik pagi ini mengenai ‘Gelar Tinggi = Intelektual’. Sebelum gwe memulai membahas topik ini ya, gwe mau tanya sam Londoners. Mmmhhh…. Londoners sendiri setuju nggak sih sama statement bahwa gelar tinggi sama dengan intelektual. Nah, dari pertanya yang sederhaan ini aja pasti sudah mulai terdapat berbedaan pendapat antara satu sama yang lain.

(penyiar mengemukan pendapatnya ‘setuju/tidak setuju’ dengan pendapat gelar tinggi sama dengan intelektual)

Ngomong-ngomong, Londoners sendiri tau nggak sih apa arti intelektual itu sendiri. Gwe bakal jelasin ke Londoners tapi gimana kalau kita dengarkan lagu dulu untuk membuat suasana menjadi lebih santai. Selamat mendengarkan.

09.19 – 09.25 2 Lagu

09.25 – 09.35 Cut 2

179.2 London School Radio. Masih dengan Pina dan Cindy.

Masih dengan topik yang hangat mendekati panas di pagi ini. Sesuai dengan janji gwe tadi, gwe akan kasih tau mengenai arti intektual itu sendiri. Menurut data yang gwe dapat dari www.google.com, intelektual ialah orang yang menggunakan inteleknya untuk bekerja, belajar, membayangkan, mengagak, atau menyoal dan menjawab soalan tentang berbagai-bagai idea. Ada 3 definisi lain yang masih berkaitan dengan intelektual,yakni

1. mereka yang amat terlibat dalam idea-idea dan buku-buku;

2. mereka yang mempunyai kepakaran dalam budaya dan seni yang memberikan mereka kewibawaan kebudayaan, dan yang kemudian mempergunakan kewibawaan itu untuk bertutur tentang perkara-perkara lain di khalayak ramai. Golongan ini dipanggil sebagai "intelektual kebudayaan".

3. dari segi Marxisme, mereka yang tergolong dalam kelas pensyarah, guru, peguam, wartawan, dan sebagainya.

Dari definisi-definisi tersebut yang menbuat intelektual sering dikaitkan dengan mereka yang berkelulusan universiti.

Londoners pasti penasaran sama kaitan intelektual dan gelar tinggi kan? Biar tambah santai dan nggak pusing kita dengarkan dulu laguyang satu ini ya.

09.35 – 09. 41 2 Lagu

09.41 – 09.51 Cut 3

Masih tetap bersama Pina dan Cindy.

Menyambung topik kita pagi ini, tadi kita uda jelaskan tuh apa sih definisi intektual itu sendiri dan malah sudah mulai menyangkut dengan masalah gelar tinggi. Nah, sekarang ada pendapatan seseorang yang bernama Sharif Shaary, dramatis Malaysia yang terkenal, mengatakan bahawa hakikatnya tidak semudah itu. Beliau berkata:

"Belajar di universiti bukan jaminan seseorang boleh menjadi intelektual... seorang intelektual itu adalah seorang pemikir yang sentiasa berfikir dan mengembangkan [serta] menyumbangkan ideanya untuk kesejahteraan masyarakat. Dia juga adalah seorang yang mempergunakan ilmu dan ketajaman fikirannya untuk mengkaji, menganalisis, merumuskan segala perkara dalam kehidupan manusia, terutama masyarakat di mana dia hadir khususnya dan di peringkat global amnya untuk mencari kebenaran dan menegakkan kebenaran itu. Lebih daripada itu, seorang intelektual juga adalah seorang yang kenal akan kebenaran dan berani pula memperjuangkan kebenaran itu, meski bagaimanapun tekanan dan ancaman yang dihadapinya, terutama sekali kebenaran, kemajuan, dan kebebasan untuk rakyat."

Selain itu Sharif Shaary menegaskan bahawa seorang "intelektual" bukan hanya sekadar berfikir tentang kebenaran tetapi harus menyuarakannya, walau apapun rintangannya. Seorang intelektual yang benar tidak boleh berkecuali, dan harus memihak kepada kebenaran dan keadilan. Dia "tidak boleh menjadi intelektual bisu, kecuali dia betul-betul bisu atau dibisukan".

Kalau intelektual itu betul-betul bisu pun, dia masih boleh bertindak dengan menyatakan fikiran melalui penulisan yang akhirnya akan sampai juga kepada orang ramai. Inilah yang dikatakan intelektual bisu yang tidak bisu. Sebaliknya, terdapat intelektual yang tidak bisu tetapi bisu. Dia menjadi bisu mungkin kerana "dia takut atau berkepentingan". Intelektual palsu akan mengabui mata dan minat rakyat dengan kebenaran palsu melalui menyelewangkan fakta dan pernyataan-pernyataan yang mengelirukan. Intelektual palsu banyak menggunakan retorik-retorik kosong.

Wah, kita setuju nih sama pendapat Sharif Shaary.

(penyiar mengemukan pendapatnya)...

Mmhhh.. makin seru aja topik kita pagi ini. Kita denger lagu dulu yuk.

09.51 – 09.57 2 Lagu

09.57 – 10.00 Ending

Topik pagi ini memang hangat ya. Gimana nih, obrolan kita pagi ini buat Londoners bersemangat kan. Apalagi untuk memulai hari yang semestet baru. Tapi, nggak terasa kita udah dinemenin Londoners selama satu jam kedepan. Oleh karena itu, Mira, Pina, Cindy, Wulan pamit dan sampai bertemu lagi di lain hari.

Bye... bye...

Skrip JR, 6 Januari 2009

Topik : Cerita-cerita Tentang Liburan Tahun Baru

10.00 – 10.03 Opening
179.2 London School Radio. Pagi Londoners! Happy New Year! Gimana kabarnya? Pastinya di pagi ini Londoners harus semangat karena Londoners akan temenin bareng Pina, Cindy, Mira, dan Wulan selama satu jam kedepan. Untuk menambah semangat Londoners semua, gw akan kasih lagu yang satu ini.

10.03 – 10.09
2 Lagu

10.09 – 10.19
Cut 1
Balik lagi bareng Pina dam Cindy di 179.2 London School Radio. Masih dengan suasana Tahun Baru dan tentunya selepas liburan yang lumayan panjang nggak ada salahnya kalau kita membahas masalah cerita-cerita seputar liburan tahun baru. Londoners gimana ni liburannya? Seru, menyenangkan atau malah membosankan? Pastinya ada cerita menarik di balik liburan tahun baru kali ini kan? Nah, dari pada kita simpen sendiri gimana kalau dibagi-bagi aja ceritanya ya kan? (dilanjutkan dengan salah satu penyiar bertanya kepada penyiar lainnya mengenai liburannya) Wah liburan lo asik juga ya. Tapi biar Londoners ga bosen dengerin kita, gimana kalau Londoners dengerin dulu lagu yang satu ini.


10.19 – 10.25
2 Lagu

10.25 – 10.35
Cut 2
179.2 London School Radio. Masih dengan Pina dan Cindy. Sebelum kita lanjutin cerita kita gw mau tanya sesuatu sama lo. Menurut lo hal apa yang boleh dilewatin di malam Tahun Baru? Tanpa ditanya pasti jawabanya count down, terompet, dan yang baru-baru ini pastinya fireworks atau kembang api. Rasanya malam Tahun Baru tuh bener-bener terasa sebagai moment yang penting dan sayang untuk dilewatin. Gimana ni menurut Londoners? Hal lainya yang nggak kalah seru ya party bareng keluarga atau teman-teman kita. Mmhh.. untuk kembali ke topik ini gimana kalau cerita pengalaman (salah satu dari penyiar) mengenai hal yang tadi udah gw kasi tau. (Dilanjutkan dengan cerita salah satu penyiar mengenai pengalaman mengenai acara Tahun Baru)
Ternyata seru juga ya cerita lo. Tapi tenang dulu ni Londoners kita bakal lanjutin cerita setelah lagu berikut ini.

10.35 – 10. 41
2 Lagu

10.41 – 10.51
Cut 3
Masih tetap bersama Pina dan Cindy. Oya, tapi ada hal yang g lupain yang identik juga sama Tahun Baru, yaitu RESOLUSI. Nah ini Londoners sudah buat resolusi di tahun 2009 ini atau belum? Resolusi gak usah yang susah unutuk ditepati yang penting kita punya niat untuk berubah. Lo sendiri (salah satu penyiar) gimana ni liburan kemarin? Udah buat resolusi belum? Ada hal yang aneh yang lo lakuin selama liburan lo nggak? (salah satu penyiar yang lain menyeritakan cerita liburan tahun barunya). Mmhh.. kita potong dulu ceritanya dan dengerin lagu yang satu ini.


10.51 – 10.57
2 Lagu

10.57 – 11.00
Ending
Nggak terasa kita udah dinemenin Londoners selama satu jam kedepan. Sedih ya kalau harus mengahiri obrolan kita hari ini. Tapi, Londoners tenanga aja karena nanti kita bakal balik lagi nemenin Londoners di topik berbeda lainnya. Sebelum kita berpisah, Pina, Cindy, Mira, Wulan pamit..
Bye bye........

1 lagu penutup

PAKET BERITA

Nama : Yohana Pinasih T.

Kelas/NIM : MC11-6B/ 2007110307

DUA PEREMPUAN ABG TERANCAM HUKUMAN MATI

INDOSAT: 2 CEWEK ABG PEMBUNUH NENEK TERANCAM HUKUMAN MATI

// FOLDER: SURABAYA 28 MARET 2010// MIF

CG : SURABAYA,JAWA TIMUR

OTS: PEMBUNUHAN



Visual

Audio

PRESENTER

POLISI MELAKUKAN OLAH TKP

GAMBAR AKBP SAMUDI DI KAPOLRES SURABAYA

AMBULANCE DARI TKP MENUJU

RUMAH SAKIT

MAYAT KORBAN YANG TENGAH DIOTOPSI DI KAMAR JENAZAH

GAMBAR MAYA YANG TENGAH DIPERIKSA DI KAPOLRES

MAYA DAN HIKMA (PELAKU) YANG SEDANG BERADA DI KAPOLRES SURABAYA

DUA PEREMPUAN/ YAKNI MAYA DAN HIKMA/ MENJADI TERSANGKA PEMBUNUHAN SEORANG NENEK/ DI JALAN JEDONG 64/ TAMBAKSARI/ SURABAYA// HINGGA KINI/ POLISI MASIH MELAKUKAN OLAH TKP//

KEDUA TERSANGKA/ MELAKUKAN AKSINYA TERHADAP ZARIDAH SURIP KARTONO/ PADA SENIN MALAM/ 28 MARET// MEREKA MEMBEKAP WANITA BERUSIA 70 TAHUN ITU/ DENGAN BANTAL/ DAN MEMUKUL TUBUH KORBAN/ HINGGA TEWAS/ MENGGUNAKAN POMPA ANGIN//

SYNC: AKBP SAMUDI/ KAPOLRES SURABAYA

(ANCAMAN HUKUMANNYA 20 TAHUN PENJARA SAMPAI HUKUMAN MATI)

BEBERAPA SAAT/ SETELAH MELAKUKAN OLAH TKP/ KORBAN LANGSUNG DIBAWA MENUJU RUMAH SAKIT/ UNTUK DIOTOPSI//

SESAAT SETELAH MENINGGAL/ TERSANGKA MEMOTONG JARI KELINGKING/ UNTUK MENGAMBIL CICIN/ DAN MENARIK ANTING DARI KUPING KIRI KORBAN// CICIN DAN ANTING/ DIJUAL PELAKU SEHARGA 1,6 JUTA RUPIAH//

SYNC: MAYA/ TERSANGKA PEMBUNUHAN

(UANG ITU AKU DIPAKAI ONGKOS KE MALANG/ DAN MEMBAYAR UTANG 800.000 RUPIAH// AKU PIKIR PAK POLISI TIDAK TAHU//)

PELAKU TIDAK MENGELAK ATAS PERBUATANNYA/ DAN TIDAK MENOLAK/ JIKA MENDAPAT HUKUMAN YANG BERAT// HINGGA KINI/ KEDUANYA MASIH DALAM PEMERIKSAAN YANG BERWAJIB//

YOHANA PINASIH/ MELAPORKAN DARI SURABAYA/ JAWA TIMUR//

.

Tugas Akhir Indonesian Politic System

Nama : Yohana Pinasih Tidarianiputri
Kelas : MC11-6B
NIM : 2007110307
Subject : Indonesian Politic System

1. Menurut Anda, apakah keberadaan suatu pemerintahan memberi banyak manfaat sehingga harus didukung, atau malah membelenggu sehingga harus ditiadakan?

Pemerintah jelas memberikan banyak manfaat. Jika melihat dari awal, bahwa untuk membentuk suatu negara dibutuhkan suatu pemerintahan. Sehingga pemerintah sangat diperlukan dan bukan hanya menjadi persyaratan yang harus dipenuhi. Maka pemerintah haruslah didukung sepenuhnya oleh warga masyarakat. Terlebih dalam negara tidak hanya terdiri dari sekelompok kecil masyarakat, tetapi terdiri dari beberapa kelompok orang yang menjadi satu dan membentuk kumpulan kelompok yang lebih besar yang dikatakan sebagai warga negara. Pemerintah dibutuhkan untuk mengatur masyarakat yang ada dan membuat undang-undang didalamnya, serta mengatur dan dan memelihara hak milik demi kebaikan bersama. Sehingga nantinya tidak ada suatu badan yang merasa berhak mengatur seluruh kehidupan masyrakat. Hal ini terlihat dari teori Thomas Hobbes (1588-1679), misalnya, menggambarkan keadaan alamiah manusia sebagai ‘terpisah satu sama lain, menyedihkan, brutal, dan hanya berlangsung singkat’. Secara kodrati manusia cenderung berselisih satu sama lain. Tanpa pemerintahan yang mampu mengekang gejolak kehendak untuk mementingkan diri sendiri, niscaya tatanan dan stabilitas akan mustahil diwujudkan. Sementara John Locke (1632-1704) beranggapan bahwa dalam keadaan alami, manusia sesungguhnya adalah makhluk yang bebas. Tetapi, nafsu dan dendam dapat menerbitkan kekacauan.

Kini masyarakat telah memberikan banyak dukungan kepada pemerintah. Tinggal bagaimana pemerintah memanfaat dukungan yang diberikan. Hal tersebut dapat dilihat dari kinerja pemerintah sekarang ini. Sehingga, semakin banyak dukungan akan membuat pemerintah memjadi semakin baik dan pemerintahan pun akan berjalan dengan baik juga. Sehingga, tidak perlu terjadi perselisihan dan anarki yang melibatkan masyrakat dan pemerintahan.

2. Bagaimanakah peran ekonomi pemerintah dalam suatu negara yang menganut sistem negara kesejahteraan atau demokrasi sosial?

Sistem perekonomian negara kesejahteraan umum disebut juga demokrasi sosial. Negara memiliki sedikit atau tidak menguasai suatu industri pun, namun perannya amat besar dalam melakukan redistribusi kesejahteraan bagi kalangan berkekurangan. Secara umum kebijakannya adalah membebankan pajak yang tinggi kepada kalangan yang berkecukupan, dana tersebut kemudian didistribusikan kembali kepada rakyat melalui asuransi kesehatan, perawatan anak, dana pensiun, jaringan pengaman sosial untuk rakyat miskin, dan sebagainya. Sehingga dapat diartikan bahwa negara yang menganut sistem negara kesejahteraan atau demokrasi social ialah bahwa ekonomi memiliki peran yang besar sebagai jembatan atau distributor antara warga yang berkecukupan dan warga miskin, dimana pemerintah memberikan dana yang berlebih dari kalangan yang berkecukupan lepada kalangan masyarakat miskin. Oleh sebab itu, pemerintah dinilai bersikap adil, serta tidak menguasai satu industri untuk kepentingannya sendiri. Contoh negara yang menganut ialah Skandinava, Swedia, dan Denmark.

3. Jelaskan perbedaan pokok antara sistem pemerintahan presidensial dan parlementer!
a. Sistem Parlementer:
• Kekuasaan eksekutif dibagi ke dalam dua bagian, yaitu seorang perdana menteri atau kanselir yang memegang kekuasaan sebagai kepala pemerintahan dan seorang presiden atau raja yang menjalankan kekuasaan sebagai kepala negara (raja memperoleh kekuasaannya secara turun temurun, sedangkan presiden dipilih oleh dewan perwakilan atau secara langsung oleh rakyat)
• Proses pembentukan pemerintahan dimulai dari pemilihan umum (pemilu). Pemilu ini diselenggarakan untuk memilih anggota dewan perwakilan (parlemen).
• Tidak membedakan secara tegas antara lembaga eksekutif dan lembaga legislatif.
• Pemerintah dibentuk dari dan secara politik bertanggungjawab kepada dewan perwakilan. Dengan demikian, pemerintah hanya bertanggungjawab secara tidak langsung kepada para pemilih.
• Kepala pemerintahan (biasanya dipegang oleh ketua partai pemenang pemilu) diangkat oleh kepala negara. Sementara para menteri ditunjuk oleh kepala pemerintahan.
• Kepala pemerintahan memiliki kewenangan untuk mengusulkan kepada kepala negara untuk membubarkan dewan perwakilan.
• Pemerintah pun dapat diturunkan oleh dewan perwakilan melalui ‘mosi tidak percaya’.
• Pemerintahan akan stabil dan mampu mengambil keputusan secara efektif jika didukung oleh mayoritas dalam dewan perwakilan.

b. Sistem Presidensial:
• Presiden bertindak sekaligus sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
• Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat dan dia memiliki masa jabatan yang tetap, kecuali dimakzulkan (impeach) karena sebab-sebab yang amat mendasar (seperti berkhianat kepada negara, korupsi, atau melakukan kejahatan besar lainnya).
• Pemerintah tidak dapat diturunkan manakala presiden tidak mampu bekerja secara efektif dan tidak mampu membuat kebijakan yang tepat untuk kesejahteraan rakyat.
• Terdapat pembatasan seseorang untuk dipilih sebagai perdana menteri pada periode pemerintahan yang berbeda (umumnya dua kali)
• Terdapat pemilahan yang tegas antara lembaga eksekutif dan lembaga legislatif.
• Presiden tidak bertangungjawab kepada dewan perwakilan dan tidak dapat membubarkan dewan perwakilan. Presiden bertanggungjawab secara langsung kepada para pemilih.
• Anggota dewan perwakilan tidak boleh menduduki jabatan di lembaga eksekutif, demikian pula sebaliknya. Presiden berwenang untuk mengangkat para menteri sebagai pembantu-pembantunya.
Maka perbedaan pokok antara sistem parlementer dan sistem presidensial terletak pada peran presiden atau kepala pemerintahannya. Pada sistem parlementer terdapat dua kepala yaitu perdana menteri sebagai kepala pemerintahan dan presiden sebagai kepada negara. Berbeda dengan sistem presidensial yang hanya memiliki satu kepala yaitu presiden yang berperan sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

4. Untuk pertama kalinya pada 2004 Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilu. Apakah hal ini membuat pemerintah lebih bertanggungjawab ketimbang sebelumnya? Jelaskan.

Pemilihan umum pada 2004 secara langsung oleh rakyat terhadap Presiden dan Wakil Presiden tentu membuat pemerintahan lebih bertanggung jawab ketimbang sebelumnya. Sebab rakyat memilih langsung siapa yang menjadi pemimpin negara yang sesuai dengan apa yang dikehendakati rakyat. Dari Pemilu 2004-lah demokrasi terlihat dan hanya bukan sebutan belaka. Berbeda dengan Orde Baru yang mengatkan demokrasi tetapi tidak dijalankan sama sekali. Selain itu, pemilihan rakyak secara langsung membuat presiden dan wakil presiden harus menjadi lebih bertanggung jawab. Sebab bukan hanya satu atau dua orang yang memilih melainkan seluruh rakyat yang percata bahwa pilihan mereka ialah pilihan yang tepat. Sehingga, apa yang telah dijanjikan saat kampanye berlangsung bukan hanya janji-janji dimulut saja, melainkan harus direalisasikan. Jika presiden dan wakilnya tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, rakyat pun tidak segan-segan untuk menuntut apa yang sudah dijanjikan lepada mereka.
5. Kekuasaan yang terbagi-bagi di antara lembaga-lembaga negara (legislatif, eksekutif, dan legislatif) dapat meminimalkan penyalahgunaan kekuasaan (karena ada mekanisme pengawasan dan perimbangan), sementara pemusatan kekuasaan di tangan pihak tertentu cenderung bersifat mutlak. Benarkah demikian?

Hal ini ialah benar. Karena pembagian ini membuat salah satu lembaga-lembaga negara tidak memiliki sikap absolut dan merasa paling tinggi dan berkuasa diantara lainnya. Ketiga lembaga ini dituntut untuk bekerja dalam satu kesatuan. Hal tersebut dapat dilihat dari pengambilan keputusan yang tidak bisa melibatkan satu lembaga saja, melainkan membutuhkan persetujuan dari lembaga yang lainnya. Sayangnya, hingga saat ini, hal ini belum terealisasikan dengan baik, sebab masih banyak penyalahgunaan yang masih dilakukan dalam tiam lembaga negara.

Dramaturgis

Dramaturgis dari hasil pengamatan selama 3 hari (diary sheet), yaitu:

Front Stage

1. Berwibawa
2. Karismatik
3. Bersahaja
4. Sopan
5. Pandai Berbicara


Middle Stage

1. Jabatan dalam Paroki (tempat bertugas)
2. Lamanya ditabiskan
3. Lamanya bekarya
4. Tugas dan wewenang tiap pastor di tempat tugasnya

Back Stage
1. Ramah
2. Berasal dari daerah Timor
3. Cita-cita dari kecil
4. Pandai Bergaul
5. Pintar Melobi


Diary Sheet

Hari/tanggal : Minggu, 29 November 2009
Jam : 06.00 – 07.00 WIB dan 08.00 – 08.30 WIB
Tempat : a. Gereja Paroki St. Mikael, Kranji, Bekasi Selatan (6.00 – 7.00)
b. Kantin Gereja.(08.00 – 08.30)

Pengamatan
• Pukul 06.00 – 07.00 WIB
“Tepat pukul 6 pagi saya bersama keluarga saya mengikuti misa minggu pagi. Diawali lagu pembukaan, arak-arakan pastor berserta misdinar (anak-anak pembantu pastor), lektor (pembaca kitab suci) dan pemazmur (penyanyi pujian) masuk ke dalam Gereja. Arak-arak kan pun sampai di muka altar. Pastor naik ke altar dan menundukan kepala disertai tundukan kepala seluruh umat. Lalu, pastor pun menyapa umatnya…
“Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.”
”Amin.”
”Tuhan sertamu.”
”dan sertamu juga.”
Dilanjukan dengan sapaan selamat pagi kepada para umat dan dilanjutkan dengan pembacaan tema misa pada hari minggu, 29 November 2009. Pemeriksaan batin dan doa pengakuan dosa pun dibacakan oleh pastor dan diikuti oleh seluruh umat. Tak lama setelah doa pengakuan dosa umat pun menyanyikan lagu Tuhan Kasianilah Kami. Sesaat setelah lagu berakhir, pastor membacakan doa pembukaan. Setelah doa pembukaan umat pun duduk untuk mendengarkan firman Tuhan. Kedua bacaan firman Tuhan di bacakan oleh Lektor sambil diselangi oleh nyanyian Mazmur oleh Pemazmur. Sewaktu pembacaan firman Tuhan, pastor ikut mengamati bacaan dari lembaran misa. Beliau pun ikut bernyanyi saat Pemazmur menyanyikan Mazmur. Setelah itu, pastor menuju mimbar (meja untuk membaca Alkitab) untuk membacakan Bacaan Injil. Khotbah yang berisikan mengenai kesiapan umat Katolik untuk menyambut Natal sebagai kelahiran Tuhan Yesus disampaikan oleh beliau. Setelah khotbah selesai pastor mengajak umat berdiri sambil menyampaikan iman kepercayaan lewat doa Aku Percaya. Doa Umat pun didoakan oleh Lektor dan dilanjutkan dengan pemberian persembahan.
Setelah persembahan, pastor membacakan aklamasi sebelum memulai doa Syukur Agung. Saat doa Syukur Agung, umat berlutut pambil berdoa dengan khusuk, apalagi saat pastor melakukan Konsekrasi (pengangkan sibori dan piala). Selesainya doa Syukur Agung, umat menyanyikan lagu Bapa Kami dan setelah itu umat bersiap-siap untuk menyambut komuni. Komuni pun berlangsung dengan lancar dan teratur. Selesainya komuni, doa untuk para Imam dibacakan umat secara bersama didampingi oleh komentator. Setelah itu, pastor mengajak umat berdiri untuk membacakan doa Penutup. Pembacaan pengumuman mengenai kegiatan Gereja oleh Komentator. Sewaktu pengumunan Gereja dibacakan, pastor duduk membalik-balik sebuah map berwarna hijau dan sesekali mengelap dahinya dengan sapu tangan. Wajahnya terlihat agak lelah. Selesainya pembacaan pengumuman, pastor memberikan pesan kepada umatnya untuk persiapan Natal. Misa pun berakhir dengan pemberian Berkat Akhir oleh pastor. Lagu penutup menhantarkan pastor dan arak-arakan menuju pintu keluar.

• Pukul 08.00 – 08.30 WIB
Satu jam berlalu setelah berakhirnya misa pagi. Pastor melepas kasula (jubah di luar) dan hanya pengenakan jubah putih. Beliau pergi berkeliling Gereja untuk menyapa dan bersalaman dengan para umat. Beliau berkeliling mulai dari bagian depan Gereja hingga kantor-kantor instansi Gereja.

Tepat pukul 08.00 beliau berada di kantin dekat dengan Graha St. Mikael, Kranji (tempat setiap pertemuan diadakan). Di sana beliau menghampiri sebuah tenda kecil tempat ibu-ibu WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) berjualan kue-kue dan pakaian. Sekitar 10 menit kemudian, seorang ibu mengenakan pakaian berwarna merah datang menghampiri pastor. Ibu tersebut menyapa dan bersalam dengan pastor. Ia pun bercakap-cakap dengan pastor hingga kurang lebih 15 menit lamanya. Setelah bercakap-cakap dengan ibu tersebut, pastor menuju ke Graha St. Mikael untuk mengunjungi seminar mengenai Osteoporosis yang diadakan oleh panitia Natal.


Hari/tanggal : Sabtu, 5 Desember 2009
Jam : 17.30 – 18.45 WIB dan 19.00 – 19.30 WIB
Tempat : a. Gereja Paroki St. Mikael, Kranji, Bekasi Selatan (17.30 – 18.45)
b. Sayap Kanan Luar Gereja (19.00 – 19.30)

Pengamatan

• Pukul 17.30 – 18.45 WIB
Misa hari ini (Sabtu, 5 Desember 2009) saya bertugas sebagai anggota koor. Misa sedikit berbeda dari biasanya. Hal ini dikarenakan pastor yang bertugas tidak hanya seorang melainkan dua orang pastor (pastor kepala dan pastor pembantu). Misa berjalan sama seperti bisanya. Tetapi, saat pastor kepala akan memulai khotbah, beliau terlebih dahulu mengenalkan pastor yang satunya.
”Umat terkasih, pastilah kalian bertanya-tanya siapa manusia yang berdiri di sudut sebelah sana.” kata pastor kepala. ”Mari kita dengarkan perkenalan dari manusia di sana.”
Mendengarkan kata-kata pastor kepala, umat bertawa.
”Perkenalkan nama saya ... Saya berasal dari daerah Timor Barat yang masih merupakan daerah Indonesia. Saya masuk seminari menengah di Timor Barat dan pindah ke Malang saat seminari tinggi. Saya ditabiskan menjadi Iman pada tahun 2006. Setelah ditabiskan saya ditugaskan sebuah paroki di Kalimanta. Disana saya bertugas selama 2 tahun dan menurut SK provisiat SVD, saya dipindahkan ke paroki St. Mikael, Kranji. Kini saya menjadi pastor pembantu di paroki ini.” kata pastor pembantu.
Lalu, saat doa Syukur Agung, pastor kepala dan pastor pembantu sama-sama memimpin konsekrasi secara bergantian. Dan misa hari ini berakhir dengan lancar dan khimat.

• Pukul 19.00 – 19.30 WIB
Selesai misa berlangsung, pastor kepala melepas kastolanya dan hanya mengenakan jubah putih. Sekitar 5 menit setelah berganti pakaian, 3 orang anak muda datang menghampiri beliau. Mereka bersalaman dengan pastor kepala. Mereka pun mengobrol dan bersedang gurau dengan pastor kepala. Selang 10 menit kemudian seorang bapak dan anak perempuannya datang menghampiri beliau untuk bersalaman dan menyapa beliau.
”Malam Romo.”
”Malam bapak. Tadi koornya bagus sekali nyanyinya.” kata pastor kepala.
”Ah, terima kasih Romo.”
”Kok ini Cuma berdua saja. Mana Ibunya?” pastor kepala bertanya dimana istri dari bapak tersebut.
Bapak tersebut mengatakan bahwa istrinya akan pergi ke Gereja besok pagi sebab kini istrinya menjaga anaknya yang sedang sakit. Pastor kepala itu pun menitipkan salam kepada istri dari bapak tersebut. Bapak dan anak perempuannya pamit pulang. Tetapi, beliau tetap meneruskan obrolannya dengan 4 orang anak muda sebelumnya.


Hari/tanggal : Minggu, 6 Desember 2009
Jam : 10.15 – 10.45 WIB
Tempat : Halaman Gereja St. Mikael, Kranji

Pengamatan
Seperti biasanya, sehabis misa, pastor yang hanya mengenakan jubah putih, berkeliling-keliling untuk menyapa para umatnya. Di halaman Gereja pastor bertemu dengan para dewan paroki. Mereka membicarakan mengenai pembangunan Gereja yang tengah berjalan di Gereja St. Mikael, Kranji. Sekitar 15 menit kemudian, sekumpulan anak muda (sekitar 5 orang) datang menghampiri pastor tersebut.
”Siang Romo”
”Siang anak-anak. Wah, ini dari mana?”
”Biasa Romo baru selesai rapat Legio (perkumpulan doa dengan Devosi kepada Bunda Maria).”
”Rajin-rajin sekali ya anak-anak muda sekarang. Ini mau apa?”
”Mau mengembalikan patung Romo. Duluan ya Romo”
”Ya silakan. Itu temannya yang satu teman saya setiap misa pagi.” kata beliau sembari tertawa.

Kumpulan anak muda tersebut pergi meninggalkan pastor tersebut. Beliau kembali melanjutkan obrolannya dengan dewan paroki. Selang 10 menit kemudian, pastor tersebut pamit pergi ke Graha St. Mikael. Di Graha beliau diminta sebagai moderator dalam kursus perkawinan.

Analisis Wawancara Kualitatif

Teori Komunikasi Kelompok Model Chesbro, Cragan, dan McCullough

• Kesadaran diri akan identitas baru, dalam kesadaran akan suatu identitas baru. Kaum homoseksual, anggota-anggota yang berkumpul dalam suatu kelompok terdiri dari karakteristik yang mirip sebagai dasar pembentukan kelompok. Karekteristik yang mirip ini akan menciptakan sebuah komunikasi yang bergairah karena adanya kesamaan cerita antara anggota yang satu dengan yang lain, seperti perasaan dimana anggota-anggota kelompok tersebut memiliki pemikiran yang sama sehingga cenderung merasa dihargai.

• Menegakkan nila-nilai baru bagi kelompok, pada tahapan ini akan tercipta sebuah aturan atau pengertian baru yang dianggap kelompoknya “benar” meskipun itu bertentangan dengan aturan atau norma yang telah ada di masyarakat pada umumnya. Nilai-nilai baru ini sengaja diciptakan oleh anggota-anggota kelompok homoseksual untuk melegalkan apa yang dilakukan.


Wawancara 1
T: ”Jadi kamu kalau mau eksis itu dimana?”
J: ”Aku sih biasanya itu kak apa join ke komunitas-komunitas itu. Toh juga aku ketemu cowokku disitu. ”
T: “Oh, jadi ada ya komunitas-komunitas itu.”
J: ”Sebenarnya sih banyak kak. Ya cuma eeee nggak terlalu diekspose paling yang uda terkenal aja diekspose. Kan masyarakat juga masih ada yang belum ada yang nerima dengan keadaan kita yang begini.”
T: ”Ada aturannya nggak sih di komunitas itu?”
J: ”Aturan yang penting si ya kita benar-benar gay (raut muka berubah menjadi sedih dan tegang).”


Wawancara 2
T: ”Nggak sih. Eh, mau tanya deh. Kamu bisa kenalan sama Jay dari mana tuh? Kan beda sekolah.”
J: Hmm.. Dari komunitas-komunitas ’hombreng-hombreng’ gitu. (pambil memainkan topi yang digunakan)
T: “Kok nggak takut sih gabung-gabung komunitas kayak gitu. Kan masih SMA. Apa nggak ngerasa terlalu muda banget untuk gabung dengan hal-hal kayak gitu?”
J: ”Ah, nggak lah. Kayaknya saya pikir juga banyak juga yang seusia seumuran dalam komunitas itu. Nggak masalah itu. Kan tidak terbatas usia.”
T: ”Berarti untuk bisa masuk tuh ada aturan tertentu nggak sih di komunitas itu?”
J: ”Ya kalau aturannya sih fleksible ya nggak rumit banget ya. (sambil membetulkan topi yang digunakannya) Sama kayak kita gabung sama kelompok-kelompok atau grup ya pada umumnya aja. Yang jelas tu kita harus bisa mengatur waktu. Ada ngadain grup itu atau komunitas itu ngadain suatu apa itu (berbicara sambil menggerakan tangan) suatu pertemuan ya acara. Ya kita dateng. Ya uda kita sama-sama saling mendukung aja.”

Analisis
Dari kedua wawancara diatas dapat disimpulkan:

1. Bahwa terdapat adanya kelompok komunitas homoseksual dimana para anggotanya memiliki karakteristik yang mirip. Selain itu, terdapat adanya kesamaan cerita, perasaan, serta latar belakang yang membuat para anggotanya merasa dihargai satu sama lain. Sehingga, menimbulkan rasa yang nyaman saat berkomunikasi dalam kelompok tanpa harus menutupi perasaan yang merasa disikirkan dan dianggap aneh.

2. Adanya aturan yang berlaku dalam komunitas homosesual yang dianggap “benar” oleh para anggotanya, walaupun aturan tersebut bertentangan dengan aturan/norma yang ada dalam masyarakat. Hal tersebut terlihat dari adanya aturan dasar bagi para anggotanya yakni ia harus seorang homosexual atau gay dimana para anggotanya menerimanya dengan baik tanpa memandang sebelah mata.

Wawancara Kualitatif

Rabu, 07 April 2010

Wawancara 1

Nama : Jay (bukan nama sebenarnya)

Umur : 18 tahun

Sekolah: Salah satu sekolah swasta di Jakarta


T: ”Halo apa kabar?”

J: ”Baik kak.”

T: ”Gimana sekolahnya?”

J: ”Lancar donk. Doain lulus ya.” (bibir tersenyum)

T: ”Amin didoain pasti lulus. Tapi ngomong-ngomong ya, masih sama si ’itu’ nggak?”

.J: ”Masih sih kak. Sama si ’itu’ uda hampir setahun.” (sambil menggaruk-garukan tangan)

T: ”Awet juga ya. Dia satu sekolah kan ya kalau nggak salah?”

J: ”Iya tapi beda kelas.”

T: ”Terus teman-teman kamu uda tahu belum hubungan kalian berdua?”

J: ”Nggak tahu sih. Tapi, cuma dua sahabat aku aja yang tahu. Toh juga mereka tahunya aku being man (suara terdengar tidak jelas. Raut muka berubah menjadi lebih kaku.) kan dari SMP.”

T: “Jadi uda nggak masalah ya?”

J: ”Iya.”

T: ”Terus kalau kamu mau nih misalnya ngobrol sama dia biar nggak ketahuan gimana caranya?”

J: ”Hhmm.. Di sekolah sih nggak pernah berduaan. Ya kayak teman biasa aja. Paling ke kantin bareng atau gimana gitu. Tapi kalau makan juga rame-rame sih sama teman-teman yang lain jadi nggak keliatan itunya.”

T: ”Kalau selain dia ada nggak sih sebenarnya teman-teman yang lain, ’ntah ketemu dimana?”

J: ”Kalau aku sih nggak tahu kak yang curiga atau nggak ya kayaknya sih pada nggak tahu. Soalnya kita juga nggal terlalu ekspose di sekolah.”

T: ”Jadi kamu kalau mau eksis itu dimana?”

J: ”Aku sih biasanya itu kak apa join ke komunitas-komunitas itu. Toh juga aku ketemu cowokku disitu. ”

(Kesadaran diri akan identitas baru, dalam kesadaran akan suatu identitas baru. Kaum homoseksual, anggota-anggota yang berkumpul dalam suatu kelompok terdiri dari karakteristik yang mirip sebagai dasar pembentukan kelompok. Karekteristik yang mirip ini akan menciptakan sebuah komunikasi yang bergairah karena adanya kesamaan cerita antara anggota yang satu dengan yang lain, seperti perasaan dimana anggota-anggota kelompok tersebut memiliki pemikiran yang sama sehingga cenderung merasa dihargai. Chesebro, Cragan, dan McCullough)

T: “Oh, jadi ada ya komunitas-komunitas itu.”

J: ”Sebenarnya sih banyak kak. Ya cuma eeee nggak terlalu diekspose paling yang uda terkenal aja diekspose. Kan masyarakat juga masih ada yang belum ada yang nerima dengan keadaan kita yang begini.”

T: ”Ada aturannya nggak sih di komunitas itu?”

J: ”Aturan yang penting si ya kita benar-benar gay (raut muka berubah menjadi sedih dan tegang).”

(Menegakkan nila-nilai baru bagi kelompok, pada tahapan ini akan tercipta sebuah aturan atau pengertian baru yang dianggap kelompoknya “benar” meskipun itu bertentangan dengan aturan atau norma yangtelah ada di masyarakat pada umumnya. Nilai-nilai baru ini sengaja diciptakan oleh anggota-anggota kelompok homoseksual untuk melegalkan apa yang dilakukan. Chesebro, Cragan, dan McCullough)

T: ”Kalau untuk kan gini, yang namanya komunitas jadi nggak mungkin donk kita mau pakai nama asli kita. Ada nggak nama lain?”

J: ”Kalau aku sih biasanya dipanggil JAY.”

(Nama diri sendiri adalah symbol utama dan pertama bagi seseorang. Nama pribadi adalah unsur penting dalam identitas seseorang dalam masyarakat, karena interaksi dimulai dari nama dan baru kemudian diikuti dengan atribut2 lainya. Sumber: Prof. Deddy Mulyana, M.A, Ph.D, Buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, halaman 305)

T: Dari nama asli kamu.

J: Heeh. (sambil mengangukan kepala)

T: Makasih ya.

J: Sama-sama kak.


Wawancara 2

Nama : Cocit (bukan nama sebenarnya)

Umur : 16 tahun

Sekolah: Salah satu sekolah negeri di Jakarta


J: ”Halo!” (sambil menyodorkan tangan)

T: ”Apa kabar?” (sambil berjabat tangan)

J: ”Baik kak.”

T: ”Temannya Jay ya?”

J: ”Oh, iya bener.” (kepala bergerak ke kiri- ke kanan)

T: ”Satu sekolah sama sih?”

J: ”Nggak.” (kepala bergerak ke kiri- ke kanan)

T: ”Oh, nggak satu sekolah. Tadi Jay uda hubungan kamu duluan ya kalau aku mau datang ke rumah kamu ni?”

J: ”Heeh benar. Tadi ketemu dimana sama di Jay?” (tangan terangkat ke samping seperti menunjuk sesuatu)

T: ”Ada sih. Kemarin kan aku baru dari rumahnya Jay. Terus aku bilang aku lagi butuh lah sama ya butuh sesuatulah. Makanya aku kesini.”

J: ”Oh. Tadi kesini nyasar nggak?”

T: ”Nggak sih. Eh, mau tanya deh. Kamu bisa kenalan sama Jay dari mana tuh? Kan beda sekolah.”

J: Hmm.. Dari komunitas-komunitas ’hombreng-hombreng’ gitu. (pambil memainkan topi yang digunakan)

(Kesadaran diri akan identitas baru, dalam kesadaran akan suatu identitas baru. Kaum homoseksual, anggota-anggota yang berkumpul dalam suatu kelompok terdiri dari karakteristik yang mirip sebagai dasar pembentukan kelompok. Karekteristik yang mirip ini akan menciptakan sebuah komunikasi yang bergairah karena adanya kesamaan cerita antara anggota yang satu dengan yang lain, seperti perasaan dimana anggota-anggota kelompok tersebut memiliki pemikiran yang sama sehingga cenderung merasa dihargai. Chesebro, Cragan, dan McCullough)

T: “Heeh.. (dengan muka bingung) Oh.. ya ya..(sambil menganggukan kepala)”

J: “Ya tahu lah. … (suara terdengar tidak jelas) Kita disitu saling kenalan-kenalan dari beberapa penjuru daerah-daerah akhirnya gwe bisa ketemu Jay disitu.”

T: “Kok nggak takut sih gabung-gabung comunitas kayak gitu. Kan masih SMA. Apa nggak ngerasa terlalu muda banget untuk gabung dengan hal-hal kayak gitu?”

J: ”Ah, nggak lah. Kayaknya saya pikir juga banyak juga yang seusia seumuran dalam komunitas itu. Nggak masalah itu. Kan tidak terbatas usia.”

T: ”Berarti untuk bisa masuk tuh ada aturan tertentu nggak sih di komunitas itu?”

J: ”Ya kalau aturannya sih fleksible ya nggak rumit banget ya. (sambil membetulkan topi yang digunakannya) Sama kayak kita gabung sama kelompok-kelompok atau grup ya pada umumnya aja. Yang jelas tu kita harus bisa mengatur waktu. Ada ngadain grup itu atau komunitas itu ngadain suatu apa itu (berbicara sambil menggerakan tangan) suatu pertemuan ya acara. Ya kita dateng. Ya uda kita sama-sama saling mendukung aja.

(Menegakkan nila-nilai baru bagi kelompok, pada tahapan ini akan tercipta sebuah aturan atau pengertian baru yang dianggap kelompoknya “benar” meskipun itu bertentangan dengan aturan atau norma yangtelah ada di masyarakat pada umumnya. Nilai-nilai baru ini sengaja diciptakan oleh anggota-anggota kelompok homoseksual untuk melegalkan apa yang dilakukan. Chesebro, Cragan, dan McCullough)

T: ”Kalau untuk biasanya kan ada yang namanya suka berubah. Apa juga suka berubah nama untuk menutupi nama sabenarnya juga salah satu aturannya?”

J: “Oh.. Kalau dari gwe sendiri sih nggak pernah bikin nama. Tapi kalau dari anak-anak ada yang manggil gwe sih dengan nama COCIT.”

(Nama diri sendiri adalah symbol utama dan pertama bagi seseorang. Nama pribadi adalah unsure penting dalam identitas seseorang dalam masyarakat, karena interaksi dimulai dari nama dan baru kemudian diikuti dengan atribut2 lainya. Sumber: Prof. Deddy Mulyana, M.A, Ph.D, Buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, halaman 305)

T: “Apa itu COCIT? Sosis apa nama?” (sambil tertawa)

J: ”COCIT itu dari ’so sweet’ gitu. Kalau ada yang mau nangis tu ’so sweet banget’ gitu deh.” (sambil mengerakan tangannya) … (kata-kata terdengar tidak jelas)

T: “Ya deh pasti ’so sweet banget’. Ya uda makasi ya. Mau balik dulu uda sore ni.”

J: “Kalau ada temannya kenalin ya.” (sambil menjabat tangan)

T: “Ok. Sip.”

Skrip Video Organization Communication

SCENE 1

Cast : Manager : Jeidy

Account Manager : Pina

Engineering : Bhakti

Manager: Selamat pagi. Pagi hari ini saya memanggil kalian berdua untuk membicarakan mengenai produk baru yang diminta oleh klien kita. Seperti yang kalian ketahui bahwa klien kita ialah … (sebut beberapa perusahaan) menginginkan kita untuk memproduksi wireless terbaru. Oleh karena itu saya meminta bagian Account Manager untuk memeriksa ulang penjualan produk kita selama 1 tahun ini. Lalu teliti di bagian mana yang harus diperbaiki. Lalu bagian Engineering saya meminta untuk mencari data-data yang sesuai dengan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk wireless terbaru kita. Cek juga kelemahan dari produk yang terdahulu.

Account M dan Engineering : Baik bu

Manager: Kalau begitu laporan semua data yang dibutuhkan 2 minggu lagi.


SCENE 2 dan 3

Cast : Account Manager : Pina

Staff Accounting : Gilda

Berbicara melalui telepon

Account M : Gilda tolong print data-data penjualan kita selama 1 tahun. Lalu tolong antarkan ke ruangan saya segara.

Staff A : Baik bu.

30 menit kemudian

Staff A. : Permisi

Account M : Ya Masuk

Staff A. : Ini bu data-data penjualan produk kita selama 1 tahun kedepan.

Account M : Kalau dilihat-lihat penjulan kita … (berdiskusi dengan Staff mengenai data). Baik Gilda, terima kasih atas data-datanya. Kamu bisa kembali bekerja.

Staff A. : Baik bu. Permisi


SCENE 4 dan 5

Cast : Engineering : Bhakti

Staff Engineering : Annisa

Engineering : Annisa, kita akan memproduksi wirelees terbaru. Tolong kamu reseach mengenai data-data yang kita butuhkan untuk produk terbaru kita. Lalu periksa juga kelemahan-kelemahan dari produk lama.

(melakukan percakapan melalui telepon di dlaam mobil)

Staff E : Baik pak

(Staff segera melakukan research dengan menggunakan modem eksternal)


SCENE 6

Cast : Manager : Jeidy

Vice Manager / Secretary: Sisca

2 hari sebelum rapat. Pembicaraan dilakukan dengan menggunakan video call

Manager : Selamat pagi Sisca.

Vice M : Selmat pagi Ibu Jeidy.

Manager : Saya sedang berada di luar kota untuk beberapa hari sehingga tidak bisa mempersiapkan rapat yang akan dilaksanakan 2 hari lagi. Tolong kamu siapkan beberapa data untuk rapat 2 hari lagi.

Vice M : Baik bu.


SCENE 7

Cast : Jeidy, Pina, Gilda, Bhakti, Nissa

2 minggu kemudian

Manager : Selamat pagi. Langsung saja rapat hari ini kita mulai. Baik, silakan Account Manager melaporkan data penjulan 1 tahun ke depan.

Account M: Data penjualan kita ... (penjelaskan data yang ada)

Manager : Berarti ... (komentar dari data yang ada). Selanjutnya dari Engineering.

Engineering : Tim saya telah melakukan riset dan hasil yang didapatkan ... (menjelaskan data-data yang di dapatkan) ...

1 jam berikutnya..

Engineering : ... (ambil beberapa bagian dari presentasi) demikian presentasi saya.

Manager : Ya baik. Dari data-data yang kalian presentasikan tadi, saya yakin bahwa produk wireless terbaru kita dapat segera dibuat dan dipasarkan. Demikian rapat hari ini dan selamat siang.